Da’i Setengah Kondang Gus Zainal Santri Ndeso Gelar Dakwah Jadi Dalang Wayang Kulit Ala Walisongo

SERBA SERBI38 Dilihat

Viosarinews.com,  Indragiri Hulu __ Gus Zainal Santri Ndeso,Da’i nyentrik sarjana kuburan sang pelopor ziarah 1000 wali se-nusantara serta ahli pengobatan sepiritual ini menggelar pertunjukkan dakwah wayang kulit yang bertempat di Pondok Pesantren Modern Nur Alif yang beralamat di Desa Seko Lubuk Tigo,Kecamatan Lirik Jalan Lintas Timur, Kabupaten Indragiri Hulu,Propinsi Riau, malam Jum’at ( 18/01/2024 )

Kali malam ini,Gus Zainal Santri Ndeso tampil beda dari biasanya,dalam ceramahnya di hadapan ratusan santri dan para tokoh masyarakat lirik,dengan memainkan wayang kulit dengan lihai dan lancar, hingga memukau penonton yang hadir.

Hadir dalam pagelaran sayang kulit tersebut, antara lain : Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Lirik, IPTU Endang Kusma Jaya,S.H.M.H beserta sejumlah anggotanya,yang rela semalam suntuk,mengikuti pagelaran dakwah,seni wayang kulit seperti yang dilakukan oleh para walisongo ketika masuk di nusantara,hal ini sekaligus menyampaikan pesan-pesan Pemilu damai 2024.

Dalam ceramahnya,Gus zainal santri ndeso menyampaikan,bahwa kesenian wayang adalah salah satu media dakwah yg paling sukses di menjadi media dakwah oleh para wali zaman dulu.

Di sampaikan dalam ceramah beliau semalam tentang Pendawa lima,yaitu para satria lima bersaudara yang hebat luar biasa sakti mandraguna.

Gus Zainal dalam dahwahnya menyampaikan bahwa, sebenarnya itu adalah gambaran rukun Islam yang kita tahu jumlahnya ada lima.
1.Yudhitira ( adalah anak pertama dari Pendawa lima,mempunyai pusaka sakti bernama Aji kalimasada,yaitu rukun Islam yang  pertama adalah membaca dua kalimat sahadat).

Anak yang kedua adalah Bima ( adalah tokoh terkuat dari Pendawa lima,beliau adalah kekuatannya Pandawa Lima,Rukun Islam yang kedua adalah sholat, makannya sholat di sebut sebagai tiang agama,sehebat apapun jika ada umat Islam yang jarang sholat, maka agamanya akan lemah).

Anak ketiga Pandawa adalah Arjuna ( dikisahkan sebagai satria yang jujur sukanya nyepi kehutan,goa atau suka menyendiri di kamar, berprilaku lembut karena selalu tirakat yaitu puasa.

Rukun Islam yang ketiga adalah puasa,makanya di cerminkan sosok yang jujur,karena orang puasa tidak akan berbohong,karena kalau berbohong puasanya bisa jadi sia-sia).

Anak keempat dan lima di gambarkan sebagai anak kembar,yaitu Nakula dan Sadewa, sedangkan anak kembar tidak semua punya ( merupakan cerminan dari rukun Islam ke empat dan lima adalah membayar zakat dan melaksanakan ibadah haji, kedua ibadah itu tidak semua orang bisa dan mampu, makanya dicerminkan sebagai anak kembar).

Sedangkan tokoh lain yang ditampilkan adalah Pendeta Durna dan Sengkuni dua tokoh besar yang tidak bisa dijadikan panutan,Durna dengan keilmuannya hanya pandai bicara tidak mencontohkan dengan prilaku yang baik.

Sedangkan Sengkuni adalah cermin seorang tokoh yg pendengki,hasut,licik bermuka dewa,kesehariannya suka membuat gaduh dan adu domba.

” Gus Zainal Santri Ndeso berpesan kepada seluruh elemen masyarakat yang di Amini oleh pak Kapolsek lirik Iptu Endang Kusma Jaya., S.H.,M.H.,R.KH pestanya selaku pendiri pesantren serta seluruh para guru pesantren Nur Alif,di sinilah peran kita sebagai masyarakat dalam menghadapi pesta demokrasi pilpres dan pileg yang akan datang harus cerdas dalam menerima informasi apapun yang saat ini selalu beredar melalui group washapp,jangan sampai berita Hoax,berita fitnah yang tanpa kita ketahui kebenarannya kita ikut – ikutan menyebarkan, kita harus menyaring informasi serta mampu menjadi peredam jika ada berita berita hoax yang tidak bertanggung jawab,karena itu akan sangat meresahkan masyarakat,bangsa dan negara “,tandasnya

Kapolres Inhu Polda Riau, AKBP Dody Wirawijaya, SIK melalui PS Kasubsi Penmas Polres Inhu, Aiptu Misran, Jumat 19 Januari 2024 pagi menjelaskan, sebelum pagelaran dakwah dengan wayang kulit, terlebih dahulu diadakan doa bersama untuk keselamatan bangsa, khususnya Kecamatan lirik dan Inhu, umumnya untuk seluruh Indonesia yang dihadiri pendiri Ponpes, para pengasuh para ustadz dan ustadzah serta seluruh santri dan tokoh masyarakat serta beberapa personel dari anggota Polsek Lirik.

“Iptu Misran selaku PS Kasubsi Penmas Polres Inhu menyampaikan, bersamaan dengan itu, Polsek Lirik juga melaksanakan cooling system Pemilu damai 2024, mengimbau pendiri,para pengasuh dan santri untuk berpartisipasi dalam Pemilu 2024,jangan Golput,sebab 1 suara dalam Pemilu,dapat menentukan nasib bangsa 5 tahun ke depan,”tandasnya.

( Adhi S)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *