Oknum Direksi Perumda Jepara Diduga Bermain Soal Keuangan Suplai Beras BPNT

Uncategorized554 Dilihat

Viosarinews.com, JEPARA – Oknum direksi Perusahaan BUMD, Perumda Aneka Usaha Kabupaten Jepara diduga bermain soal keuangan. Indikasi tersebut diketahui dari laporan yang ganjal dari kegiatan suplai bantuan beras pada program Bantuan Pemerintah Non Tunai (BPNT).

Diketahui, Perumda Aneka Usaha Jepara menjadi penyuplai beras BPNT di sembilan kecamatan di wilayah Kabupaten Jepara. Namun faktanya, hasil keuntungan yang masuk ke rekening Perumda hanya dua kecamatan saja.

Dari peristiwa tersebut, diketahui ada dugaan oknum direksi Perumda bermain soal keuangan dari hasil keuntungan suplai beras tersebut.

Salah satu agen penyalur BPNT di wilayah Kabupaten Jepara, yang enggan disebut namanya mengaku selama ini pembayaran untuk komoditas beras dilakukan melalui transfer rekening. Hanya saja, rekening yang ditransfer memang bukan rekening atas nama Perumda Aneka Usaha Jepara.

“Dulu saat awal disuplai Perumda memang sempat menggunakan rekening Perumda. Tapi kemudian diganti rekeningnya. Kami tidak tau apakah itu resmi atau tidak, yang jelas dari perwakilan Perumda meminta kami untuk transfer ke rekening baru tersebut, ya kami nurut saja,” kata salah satu agen penyalur BPNT tersebut.

Menurutnya, ada banyak agen penyalur di sejumlah kecamatan di Kabupaten Jepara yang mendapatkan suplai beras dari Perumda. Namun dirinya tidak mengetahui detail mana saja kecamatan tersebut.

“Kami bersedia disuplai Perumda karena kami berfikir keuntungan akan masuk ke pemerintah daerah karena Perumda merupakan BUMD,” terangnya.

Saat dikonfirmasi, salah satu pejabat Perumda Aneka Usaha menjelaskan, memang sejak tahun lalu Perumda menyuplai beras untuk program BPNT di beberapa kecamatan. Namun ada sedikit ketidak sesuaian antara informasi di lapangan dengan yang ada di kantor.

“Memang awal pelaksanaan suplai beras BPNT dan berjalan sekian bulan. Pelaksanaannya dimulai saat Direktur Utama dijabat oleh Plt bapak Andi Rokhmat. Kemudian sejak beberapa dua satu bulan terakhir ini sudah dihandle oleh Dirut baru bapak Nur Kholis,” katanya.

Ia mengemukakan, mulanya semua transaksi sari suplai BPNT melalui rekening Perumda. Tetapi diubah ke rekening lain. Mengenai berapa transaksi total, pihaknya tidak mengetahui detail.

“Setau saya sejak ada pemindahan rekening ya hanya dua atau tiga kecamatan saja yang masuk ke kantor. Selebihnya saya tidak tau,” tandasnya.

Sementara itu, Dirut Perumda Nur Kholis saat dikonfirmasi mengenai hal ini tidak berkomentar banyak.
“Awal suplai berat, saya belum menjabat sebagai Dirut. Sebelum saya, Dirut diisi oleh Plt yakni Andi Rakhmat. Saya tidak mengetahui persis pengelolaan pada waktu itu tentang suplai beras,” ujar Nur Kholis.

Nur Kholis menerangkan, saat dirinya mulai menjabat sebagai Dirut, pihaknya langsung mengambil sikap dengan merubah alamat rekening pembayaran beras.

“Saya ubah, semua yang ada kaitannya dengan Perumda harus dengan rekening resmi Perumda,” tandasnya.

Ia menambahkan, ketika menggunakan rekening resmi Perumda, setidaknya semua transaksi dapat dilihat dan lebih transparan. “Kalau pakai rekening perusahaan, yang bertanda tangan kan harus lebih dari satu orang. Setidaknya, dirut dengan bendahara. Jadi semua dapat terekam,” katanya.

Ars/Viosari

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *