“PERTEMUAN BELUM MENGHASILKAN KESEPAKATAN”

Lintas Daerah, News60 Dilihat

Viosarinews.com, Rembang,Pertemuan Aliansi dengan takmir masjid dan pihak kontraktor yang dimediasi oleh pemerintah dalam hal ini oleh Asisten 2 Bidang Perekonomian dan Pembangunan tidak membuahkan kata sepakat, pada tanggal 2 Juni 2022.
H, selamet , melalui anggotanya aliansi santri lasem saat memberikan Rilis berita kepada awak media,mengungkapkan sebab semua telah di atur dan di duga telah di dominasi oleh sekertaris masjid saudara Aziz
yang secara kebetulan sebagai anggota DPR propinsi,imbuhnya
Aliansi Masyarakat Santri Lasem yang dipimpin H. Selamet mengusulkan 3 point’, diantaranya pagar tetap dipertahankan dengan melalui penyesuaian bentuk bangunan masjid artinya pagar mengalami renovasi, kemudian Lahan makbaroh belakang masjid tidak di bangun area parkir bus, tetapi dibuat ruang terbuka hijau dengan berbagai pertimbangan, yaitu mencari lahan pengganti di luar masjid diantaranya terminal atau bekas stasiun serta tempat lain yang berdekatan dengan masjid yaitu dengan membeli tanah milik Jing Tuturnya.
Selanjutnya untuk pemindahan prasasti ke Alon Alon.atau Untuk pemindahan area parkir, juga dikuatkan pendapat KH. Ahfas Hamid Baedlowi, mengingat lahan yang hendak dibuat lahan parkir merupakan tanah wakaf yang peruntukannya bukan untuk area parkir. Serta memberikan jaminan kenyamanan dan kekhusukan para peziarah, namun semua pendapat tersebut dijawab Aziz , ucapnya.
sebagai perbedaan pendapat.
Sehingga pertemuan tersebut masih menyisakan masalah, sebab pihak masjid yang diwakili Aziz bersikukuh lahan tanah wakaf tetap dibangun area parkir.


Dalam pertemuan itu juga diungkapkan oleh BAPEDA bahwa atas usulan Yayasan Haritage yaitu Rudi Laut Bonang untuk trotoar dinaikkan, lebih tinggi, dan usulan itu dipenuhi , sehingga memicu protes dari perwakilan aliansi mengapa hanya usulan Haritage saja yang dipenuhi,
Kemudian dalam pertemuan tersebut di jawab oleh perwakilan bapeda,bahwa usulan dari aliansi santri lasem juga sampai ke kementrian, imbuhnya.
Sampai pertemuan berakhir belum ada kesepakatan, sampai berita ini diturunkan pihak aliansi masih merasa usulan dan aspirasinya belum diakomodasi kan.
tambah hasil pertemuan di kecamatan masih menyisakan masalah ,sebab
munculnya sikap dobel standart gus aziz tentang memindahkan lahan parkir dengan wacana swadaya lewat iuran.


mengapa selaku dewan tidak mengupayakan jalur formal melalui anggaran.
terkuaknya peninggian trotoar atas usulan haritage, sebagaimana diungkapkan berwakilan Bapeda.
muncul asumsi dari temen – teman aliansi merasakan ketidak adilan.tentang sama sama menyampaikan aspirasi ke pemerintah , pungkasnya ,sumber Eddy anggota Aliansi Masyarakat Santri lasem
pasca pertemuan di kecamatan masih ada pembahasan intensif warga Aliansi.
(Aries )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *