Bengkel Rogo Jiwo Dan IPI Semarang Ke Sendang Baruklinting Dan Sendang Jaka Tingkir Sala 3

Lintas Daerah, News, Ragam601 Dilihat

Viosarinews.com, Salatiga –
Sejak sore, langit terlihat suram. Angin kencang bertiup ke segala penjuru. Lalu hujan datang tak terlalu deras, tapi cukup membuat panik para pengguna jalan .
Mereka bersiap meminggirkan kendaraan, memakai jas hujan dan melanjutkan perjalanan.

Di sebuah teras sebuah rumah dengan ruangan tamu yang terlihat lebih tinggi, nampak puluhan orang berkumpul mengenakan pakaian hitam-hitam. Seperti serombongan para pendekar yang hendak mengadakan perhelatan besar.

Ya malam ini, malam Jumat pahing 3 September 2020 bertepatan tanggal 15 Sura 1954, sekelompok paranormal yang tergabung dalam IPi ( Ikatan Paranormal Indonesia) kota Semarang sedang melakukan hajatan.

Mereka datang dari berbagai kota di Jawa Tengah, seperti Surakarta, Salatiga , Semarang, Magelang, bahkan beberapa paranormal dari Kota Pekalongan.

Rombongan bergerak ke arah sebuah sendang bernama sendang Baruklinting di kawasan Tuntang. Suasanq gelap menyelimuti sepanjang perjalanan.
Ini adalah jalan tembus dari arah Tuntang menuju Ambarawa yang melewati jalan sepanjang pinggir rawa pening.

Di sebuah titik dimana sebuah pohon besar ada, rombongan berhenti. Dan diawali oleh Romo Martono sebagai kepala rombongan.

Asap dupa mengepul, Mantra-mantra dari masing-masing paranormal terdengar lirih, entah apa yang mereka lafadzkan. Romo Martono yang ditunjuk sebagai kepala rombongan memohon ijin kepada penguasa gaib setempat. Dalam khazanah kebudayaan Jawa disebut istilah ‘kulonuwun’ atau permisi. Bahwa beliau dan para anggota rombongan hendak mengadakan ritual .

Lalu rombongan duduk dalam barisan yang telah diatur. Sesaji lengkap menghadap ke sendang. Pimpinan rombongan berada di belakang sesaji, dan di belakang pimpinan rombongan adalah para anggota yang duduk sila berjajar.

Terdengar suara angin malam menyapa dedaunan. Disertai dingin yang menggigil. Hujan gerimis menimbulkan tanah becek, dan suara burung malam terdengar lirih.

Lalu pimpinan rombongan membakar kemanyan. Asapnya membubung menimbulkan aroma harum penuh hawa mistis. Dan setelah itu terdengar doa yang berbaur dengan mantra, menusuk batin, menembus sukma, seakan menghipnotis siapapun yang menyaksikan ritual ini.

Malam makin larut. Rombongan bergerak lagi menuju ke sendang Senjoyo ( Sendang Jaka Tingkir) yang ada di kawasan Tingkir Salatiga.

Di sini juga dilakukan ritual yang sama. Berkirim doa kepada para leluhur yang telah nyaman di alam keabadian. Sebagai wujud bakti yang masih hidup, dan ucapan terima kasih kepada mereka yang telah ikut andil menghiasi tanah Jawa dengan sepak terjangnya.

Di sendang ini beberapa anggota paranormal melakukan ritual kungkum dalam sendang. Melepas kefanaan dunia dengan berendam beberapa saat dalam kolam yang dingin menggigil.

Berendam dalam sendang yang dingin adalah simbol melepas segala macam pangkat dan derajat. Melepas semua keinginan dunia, sehingga pada akhirnya akan memunculkan jiwa-jiwa yang bersih, yang mampu menghadapi segala persoalan dunia dengan kebersihan batin.

Lalu setelahnya, rombongan menuju kendaraan masing-masing, untuk kembali menempuh perjalanan malam yang panjang menuju ke rumah masing-masing.

Ki Yono salah seorang paranormal yang berasal dari Semarang menyatakan bahwa kegiatan riatual semacam ini rutin dilakukan setiap malam tanggal 15 Sura sebagai bakti kepada leluhur tanah Jawa.

Lebih lanjut Ki Sungkono menyampaikan bahwa ritual ini sebagai pesan kepada seluruh umat manusia, bahwa masih erat keterkaitan antara orang yang mati maupun orang yang hidup. Sebab merawat orang yang sudah mati pada dasarnya adalah untuk orang yang masih hidup.

Ki Yono berharap bahwa ritual oleh sekelompok paranormal Indonesia Kota Semarang ini bisa memberikan sumbangsih kepada bangsa dan negara lewat pandangan-pandangan masa depan.

Sebab paranormal bukan meramal melainkan melihat kondisi masa depan, dengan melihat gejala yang terlihat oleh mata batin sebagai sebuah kejadian yang luar biasa. Lalu memberikan solusi dengan ritual memohon kepada Tuhan Yang Maha Esa dengan lantaran sowan kepada para leluhur, agar kekuatan mereka tetap bersemayam dalam pribadi para manusia yang ada di tanah Jawa.

Dan ini juga merupakan doa untuk seluruh penduduk negeri agar wujud ketenteraman dan kemakmuran. Diberi anugerah pemimpin bangsa yang amanah dan bertanggung jawab, sehingga terwujud negeri yang gemah ripah lohjinawi tata titi tentrem kerta raharjo.

Sementara itu Romo Martono sebagai kepala rombongan menyampaikan, bahwa dipilihnya sendang Baruklinting dan Sendang Senjaya adalah sebagai simbol bahwa di kedua tempat itu ada air yang terkumpul, dan memberi sumber kehidupan bagi masyarakat sekitar.

Ada jejak mereka yang terus membekas di tanah Jawa, menjadi legenda dan diceritakan kepada anak cucu dari masa ke masa.

Dan harapannya adalah agar doa dan dzikir yang terucap menjadi asbab kebaikan. Khususnya orang-orang yang ikut dalam ritual ini. Dan masyatakat Indonesia pada umumnya.

Tak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 04.00 subuh. Suara katak sepanjang sendang sudah tak lagi terdengar.

Lalu sayup-sayup terdengar suara azan dari masjid setempat. Dan anggota rombongan telah terlelap sepanjang perjalanan ke rumah masing-masing.(Untung Teguh)
Vio Sari .S.E

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *