Suara Emas Seorang Jurnalis: Viosari, Puisi dan Nyanyi Adalah Bakat Terpendam

Berita747 Dilihat

Semarang, ___ Viosari, seorang jurnalis wanita enerjik yang dikenal di kalangan pejabat kepolisian, ternyata menyimpan bakat terpendam yang tak kalah menarik: puisi dan nyanyi. Meskipun dikenal sebagai jurnalis handal, Viosari memiliki jiwa seni yang tinggi, yang tercurah dalam puisi-puisinya yang romantis dan suaranya yang merdu.

Puisi-puisi Viosari yang sarat dengan romantisme telah menghiasi beberapa media online, menunjukkan kecintaannya terhadap seni sastra. Namun, bakat nyanyinya lah yang lebih sering mencuri perhatian. Setiap kali ada acara hiburan, syukuran, atau pertemuan rekan-rekan media, Viosari selalu siap menghibur dengan suaranya yang merdu dan lantang.

Viosari, yang berasal dari Semarang Solo dan berketurunan Jawa Solo, mengaku telah memiliki bakat menyanyi sejak usia 8 tahun. Rekan-rekannya sejawat pun mengakui bahwa Viosari memiliki suara yang merdu.

Wanita kelahiran 10 Oktober 1976 ini seringkali menyanyikan lagu, “Jangan Sampai Tiga Kali”. Lagu ini menceritakan kisah seorang wanita yang selalu menjadi yang kedua dalam hubungan asmaranya.

Viosari, yang gemar menyantap Ayam Bakar dan gulai kambing, pernah mendapat pujian karena kemiripannya dengan penyanyi terkenal, Yuni Shara. Ketika tampil menyanyi di panggung Semarang, beberapa penonton bahkan meminta untuk berfoto bersama. “Tiba-tiba ada yang bilang kalau saya mirip Yuni Shara dan ada juga yang bilang mirip Vety Vera sampai mereka antusias ingin berfoto dengan saya. Bahkan semua tertawa karena saya bilang muka saya pasaran ya, tapi beruntung juga mirip dengan jurnalis terkenal,” ungkap Viosari.

Bagi Viosari, menyanyi bukan sekadar karir, tetapi merupakan ekspresi jiwa seninya yang tinggi. Ia merasa semangat dan mendapatkan pengalaman tersendiri saat menyanyikan lagu “Jangan Sampai Tiga Kali”.

Dalam hal asmara, Viosari masih enggan untuk memiliki pasangan. Ia ingin fokus pada karir dan menghibur masyarakat. “Prinsip hidup saya adalah karena saya lebih suka terlihat karena sesuatu yang berbeda, itu saja,” ujar Viosari.

Viosari tak lupa mengucapkan terima kasih kepada rekan-rekan jurnalis dan terutama kepada ibunya, RA Suwarti, yang selalu mendukungnya. “Mohon dukungan dan doanya pada rekan jurnalis yang saya sayangi, dan tidak lupa buat mama aku ibu RA Suwarti, terima kasih karena mama aku bisa kuat melewati segala cobaan dalam hidup, mama yang selalu support aku dalam keadaan apapun,” pungkasnya.

Viosari, seorang jurnalis wanita dengan bakat terpendam, membuktikan bahwa kreativitas dan seni bisa hadir dalam berbagai bentuk. Melalui puisi-puisinya yang romantis dan suaranya yang merdu, Viosari menunjukkan bahwa jiwa seni bisa terpendam di berbagai profesi, dan siap untuk diungkapkan. Semoga Viosari terus berkarya dan menginspirasi banyak orang dengan bakat dan semangatnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *