Anggota Satpol PP Tewas Saat Evakuasi ODGJ di Kebumen

EDITORIAL, Hukum40 Dilihat

KEBUMEN – Duka mendalam menyelimuti jajaran Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Kebumen. Seorang anggotanya meninggal dunia saat menjalankan tugas kemanusiaan mengevakuasi Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) yang meresahkan warga, Senin (2/2/2026), di Desa Krakal, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah.
Korban dilaporkan tewas setelah mengalami luka serius akibat sabetan senjata tajam di bagian vital tubuhnya saat proses pengamanan berlangsung. Insiden tragis ini terjadi ketika petugas berupaya melakukan pendekatan persuasif terhadap ODGJ tersebut.
Kronologi Kejadian
Peristiwa bermula dari laporan warga setempat yang merasa terancam oleh perilaku agresif seorang ODGJ. Berdasarkan keterangan, ODGJ tersebut mengamuk sambil membawa senjata tajam, sehingga dinilai membahayakan keselamatan masyarakat sekitar.
Menindaklanjuti laporan tersebut, petugas Satpol PP diterjunkan ke lokasi untuk melakukan evakuasi secara humanis guna membawa yang bersangkutan ke fasilitas kesehatan jiwa. Namun, situasi di lapangan berubah drastis ketika ODGJ tersebut secara tiba-tiba melakukan penyerangan.
Korban terkena luka bacok di bagian leher yang mengakibatkan pendarahan hebat dan langsung terjatuh di lokasi kejadian.
Upaya Penyelamatan
Rekan korban bersama warga sekitar segera memberikan pertolongan pertama dan membawa korban ke rumah sakit terdekat. Namun, luka yang dialami korban terlalu parah. Korban dinyatakan meninggal dunia sebelum sempat mendapatkan penanganan medis lanjutan.
Penanganan Pasca-Kejadian
Pasca-insiden tersebut, aparat gabungan bergerak cepat mengamankan pelaku guna mencegah jatuhnya korban tambahan. ODGJ tersebut akhirnya berhasil diamankan dan langsung dibawa ke fasilitas kesehatan jiwa untuk mendapatkan perawatan serta pengawasan ketat.
Peristiwa ini menjadi pengingat akan besarnya risiko yang dihadapi aparat penegak ketertiban dalam menjalankan tugas, khususnya dalam penanganan kasus-kasus sosial yang membutuhkan pendekatan kemanusiaan.
“Tugas ini bukan sekadar profesi, melainkan pengabdian yang mempertaruhkan nyawa demi ketenteraman masyarakat. Selamat jalan, pejuang kemanusiaan.”

Red /Angger S

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *