10 UMKM Beltim Menang Lomba Tingkat Provinsi

Berita125 Dilihat

Viosarinews.com, Belitung Timur – Sebanyak 10 Usaha Mikro Kecil Menengah di Kabupaten Belitung Timur memenangkan Lomba Kewirausahaan Pemula dan Disabilitas Berdaya serta Lomba Kelembagaan Usaha Kecil Mandiri Tingkat Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Tahun 2023. Hadiah diserahkan saat UMKM Award di Hotel Bangka City Pangkal Pinang, Senin (17/07/2023) Malam.

UMKM Kabupaten Beltim yang memenangkan Lomba Wirausaha Pemula terdiri dari; Sugiarto pemilik dari Madu Trigona Family Honey yang menjadi Juara I Kategori Pemasaran, Tuting Suhartati pemilik Kopi Bunda Hara Juara III Kategori Omset Terbaik, Friskila Mardiana pemilik Friskila Natural Beauty Juara I Wirausaha Pemula Kategori Kemitraan Terbaik, Zulia Nur Fransiska pemilik Aladin Jaya Juara II Kategori Kepemilikan Tenaga Kerja Terbaik.

Untuk UMKM yang menjadi Juara dalam Lomba Disabilitas Berdaya terdiri dari; Yulianto pemilik Penjahit Sahabat Juara II Kategori Pemasaran Terbaik dan Nurindah Noviah Dewi Pemilik Babelonia Galery Juara Harapan I Kategori Omset Terbaik.

Sedangkan Pemenang Kelembagaan Usaha Kecil Mandiri terdiri dari Ahmad pemilik Es Dogger Cumantel Juara Harapan I Kategori Usaha Perdagangan Terbaik, Riska Purnamasari pemilik Toko Emon Juara Harapan II Kategori Usaha Perdagangan Terbaik, Yosika pemilik Perdagangan Kepiting Rajungan Juara Harapan III Kategori Usaha Perdagangan Terbaik, serta Hellen pemilik CV Gemilang Pratama Jaya Juara Harapan III Katagori Usaha Jasa Lainnya Terbaik.

Saat Silaturhami dengan Bupati Beltim Burhanudin di Ruang Kerjanya, Kamis (20/7/23), pemilik Madu Trigona Family Honey, Sugiarto (37) mengungkapkan tak pernah menyangka akan menjadi Juara I Lomba Wirausaha Pemula Kategori Pemasaran. Selain trophy dan Piagam, Giar sapaan akrab Sugiarto pun menerima bantuan sebesar Rp20 juta.

“Alhamdulillah bantuan ini akan kita gunakan untuk menambah lagi koloni madu trigona, yang saat ini sudah mencapai 180 koloni. Ternak madunya di Desa Padang Kecamatan Manggar,” ungkap Giar.

Pria yang sehari-hari berjualan dan menggiling ikan di Pasar Lipat Kajang Manggar ini mengaku baru menekuni usaha beternak madu Trigona sejak 2019 lalu. Lewat usaha sampingannya ini Dia sudah memperoleh omset rata-rata Rp3 juta per bulan.

“Awalnya madu trigona ini hanya untuk mengobati maag saya yang sudah kronis. Karena bermanfaat, saya pun diajak beternak untuk membantu orang agar merasakan maanfaatnya,” ujar Giar.

Saat ini madunya sudah mempunyai merek dagang dan memiliki perizinan lengkap bahkan sertifikat halal dan izin BPOM. Pemasaran madunya pun sudah menjangkau hingga ke Singapura dan Malaysia.

“Dinas (Tenaga Kerja, Koperasi, Usaha Mikro Kecil dan Menengah-red) sudah banyak membantu dan mendampingi kami, terutama dalam mengurus legalitas. Bahkan dalam waktu dekat kami akan menerima bantuan alat untuk memanen madu juga,” kata Giar.

Disabilitas Tak Menjadi Halangan Untuk Berusaha

Keterbatasan fisik yang dialami oleh Yulianto (52) tak mematahkan semangatnya untuk terus berusaha dan berkarya. Lewat keterampilannya menjahit, Yulinato bisa menghidupi keluarganya bahkan terpilih sebagai Juara II dalam Lomba Disabilitas Berdaya Kategori Pemasaran Terbaik Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Kepada Diskominfo Beltim, pemilik usaha Penjahit Sahabat ini menuturkan meski mengalami kecacatan sejak lahir, Yulianto tetap optimis dalam menjalani hidup. Dia pun merintis usahanya sejak 27 tahun lalu di Dusun Selumar Desa Selinsing Kecamatan Gantung.

“Awalnya pemasaran lewat mulut ke mulut, orang di kampung (Desa Selinsing) memang sudah banyak yang kenal. Baru beberapa tahun belakangan ini mulai lewat Media Sosial,” ungkap Yulianto sesuai Silaturahmi dengan Bupati Beltim Burhanudin di Ruang Kerjanya, Kamis (20/7/23).

Cara pemasaran usaha Ayah satu anak ini pun cukup dengan memfoto hasil jahitannya baik berupa seragam kantoran, sekolah atau pun batik. Kemudian foto-foto tersebut disebarluaskan melalui Facebook maupun Instagram.

“Lumayan lah pemesanannya kalau dulunya hanya orang di kampung sekarang agak luas. Rata-rata omsetnya saat ini sekitar Rp3 juta per bulan,” ujar Yulianto.

Yulianto yang menerima bantuan Rp17,5 juta dari hadiah UMKM Award pun menyatakan akan mempergunakan uang tersebut untuk menambah modal usahanya. Baik dengan menambah peralatan maupun barang jualan di tempat menjahitnya.

“Saya belikan bahan-bahan pakaian, benang, kancing dan juga resleting. Jadi pas orang datang ke tempat saya bisa langsung beli,” kata Yulianto.

Yulianto pun berterima kasih atas bimbingan dan bantuan dari Dinas Tenaga Kerja, Koperasi dan UMKM Kabupaten Beltim yang sudah banyak berkontribusi bagi pengembangan usahanya.

(Suhartono)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *