Viosarinews.com, SRAGEN – Cara bersedekah, berbagi untuk warga yang membutuhkan dilakukan Kapolsek Gemolong Polres Sragen AKP Nur Fajar Ikhsanudin, mendapatkan perhatian dari sejumlah warga.
Dengan mengendarai sepeda motor dinas, AKP Fajar lantas blusukan ke rumah salah satu warganya di Desa Jenalas kecamatan Gemolong, untuk bertemu ibu Tuminem yang menderita sakit, usai kaki kirinya diamputasi.
Keadaan ibu Tuminem yang tinggal dengan anaknya ini, dengan segala keterbatasan dan kekurangannya lantas memantik hati Kapolsek Gemolong, saat mendengar kabar bahwa tujuh bulan lalu dia harus kehilangan kaki kirinya untuk diamputasi karena sakit diabetes yang dideritanya.
Kegiatan sosial ini dilakukan berkat keikhlasan seluruh anggota Polsek Gemolong, untuk menyisihkan sedikit rejekinya membantu sesama, utamanya mereka yang amat membutuhkan dukungan.
Sedekah kali ini, dilakukan AKP Nur Fajar dengan mengunjungi salah satu warga bernama ibu Tuminem di desa Jenalas kecamatan Gemolong, yang tengah menderita sakit diabetes hingga kaki kirinya harus diamputasi.
Bersama dengan bhabinkamtibmas serta Babinsa, AKP Nur Fajar langsung menemui ibu Tuminem dan memberikan salam, sembari menyerahkan bantuan paket sembako serta beras.

Terlihat jelas, keceriaan ibu Tuminem, saat melihat kedatangan Kapolsek Gemolong. Meski dengan keterbatasannya, nenek tua yang mengaku lahir pada masa penjajahan Jepang atau 85 tahun lalu itu mampu melakukan aktifitasnya.
Mbah Tuminem selalu tersenyum, dan tertawa renyah, saat berbincang menyambut kedatangan Polisi dirumahnya.
“Kita dari Polsek Gemolong insyaallah akan selalu membantu masyarakat, “ kata Kapolsek dalam silaturahminya, Kamis (26/01/2023).
Sementara itu, mbah Tum, juga mengucapkan terimakasih atas pemberian bantuan untuk dirinya.
“Alhamdulillah pak, “ ucap mbah Tum.
Lebih lanjut Kapolsek menjelaskan, bahwa dengan segala keikhlasannya, memberikan bantuan kepada mbah Tum, yang sedang sakit. Dan kegiatan ini akan tetap dilangsungkannya setiap saat untuk warga yang membutuhkan bantuan.
“Dengan segala keterbatasannya, ibu Tuminem harus menjalani hidupnya, karena satu kakinya 7 bulan lalu harus diamputasi, dikarenakan sakit diabetes yang dialaminya. Ibu Tuminem juga tergolong warga yang menginspirasi, walaupun sedang sakit, namun mbah Tum tetap terlihat ceria, “ tandas AKP Nur Fajar mengakhiri.
(Humas Polres Sragen Polda Jateng / VioSari)
