Polda Jateng Gelar Latpraops Lilin Candi 2025, Siap Strategi Hospitality dan Safety Sebagai Paradigma Baru Pola Pengamanan Nataru

Berita169 Dilihat

Polda Jateng, Kota Semarang | Kepolisian Daerah Jawa Tengah menerapkan paradigma baru dalam pengamanan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru) melalui pelaksanaan Operasi Lilin Candi 2025. Pengamanan tidak hanya difokuskan pada pengaturan lalu lintas, tetapi juga menitikberatkan pada upaya menciptakan rasa aman, nyaman, damai, serta keharmonisan sosial dan spiritual di tengah masyarakat.

Hal tersebut disampaikan Wakapolda Jawa Tengah, Brigjen Pol Latif Usman, saat membuka kegiatan Latihan Pra Operasi (Latpraops) Lilin Candi 2025 yang digelar di Gedung Borobudur Mapolda Jateng, Rabu (17/12/2025) pagi.

Kegiatan Latpraops ini diikuti oleh para Kepala Satuan Tugas Operasi, seluruh personel satgas yang terlibat, serta dihadiri oleh Kabag Ops, Kasat Lantas, Kasat Samapta, Kasat Intel, Kasi Humas, dan Kasi Dokkes dari 35 Polres jajaran Polda Jawa Tengah.

Latpraops Lilin Candi 2025 bertujuan untuk meningkatkan kemampuan dan profesionalisme personel Polri, sekaligus menyamakan persepsi serta pola tindak di lapangan sesuai dengan potensi ancaman dan tingkat kerawanan yang mungkin dihadapi selama pelaksanaan Operasi Lilin Candi 2025.

Adapun tema yang diusung dalam kegiatan ini yakni “Melalui Latihan Pra Operasi Kita Tingkatkan Kemampuan dan Profesionalisme Polri dalam Pengamanan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 guna Memelihara Keamanan Dalam Negeri.”

Dalam arahannya, Wakapolda Jateng Brigjen Pol Latif Usman menekankan bahwa Operasi Lilin tahun ini memiliki perbedaan paradigma dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Pengamanan tidak hanya berorientasi pada kelancaran arus lalu lintas, tetapi juga mengedepankan pelayanan yang humanis dan penuh keramahan kepada masyarakat.

“Tujuan Operasi Lilin adalah agar pengamanan Nataru mampu memberikan pelayanan terbaik dan rasa nyaman bagi masyarakat yang melaksanakan ibadah Natal, para pemudik, serta wisatawan yang datang ke Jawa Tengah,” tegas Wakapolda.

Ia menegaskan bahwa seluruh personel harus mengedepankan sikap humanis, ramah, serta memastikan terwujudnya keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (kamseltibcarlantas) selama dua momentum besar tersebut. Kehadiran personel Polri diharapkan mampu memberikan rasa aman dan nyaman, baik bagi masyarakat yang melaksanakan ibadah di gereja maupun yang merayakan Tahun Baru di lokasi wisata.

“Kehadiran Polri bukan hanya untuk menjaga, tetapi juga untuk memberikan rasa aman, nyaman, dan tentram. Tampilkan wajah humanis Polri dalam setiap interaksi dan pelayanan kepada masyarakat,” pesannya.

Selain itu, Wakapolda juga mengingatkan seluruh jajaran agar mengantisipasi potensi bencana, melakukan mitigasi serta pengamatan situasi di lingkungan sekitar, memperkuat koordinasi dengan instansi terkait, serta secara aktif memberikan informasi terkini kepada masyarakat.

Ia juga menekankan pentingnya deteksi dini di wilayah masing-masing serta memastikan seluruh rangkaian ibadah Natal berjalan aman, lancar, tanpa gangguan, dan bebas dari aksi intoleransi. Upaya preemtif harus terus dikedepankan guna menjaga kondusivitas situasi kamtibmas selama Nataru, serta mengimbau masyarakat agar tidak berlebihan dalam merayakan pergantian tahun.

Sementara itu, Karo Ops Polda Jateng Kombes Pol Basya Radyananda menjelaskan bahwa sebagai implementasi paradigma baru dalam Operasi Lilin Candi 2025, Polda Jateng mengusung strategi hospitality dan safety. Operasi ini tidak semata-mata berorientasi pada lalu lintas, melainkan juga pada terciptanya kenyamanan sosial dan keharmonisan spiritual selama ibadah Natal dan perayaan Tahun Baru.

“Tugas kita bukan hanya menjaga kelancaran lalu lintas, tetapi juga menjaga kedamaian sosial serta keharmonisan spiritual di tengah masyarakat,” ujarnya.

Ia berpesan kepada seluruh peserta Latpraops agar mengikuti dan menyerap seluruh materi pelatihan dengan baik, sehingga dapat meningkatkan kemampuan dan profesionalisme personel dalam pengamanan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.

“Dengan pemahaman yang sama dan kesiapan yang matang, diharapkan seluruh rangkaian pengamanan Nataru di Jawa Tengah dapat berjalan aman, lancar, dan kondusif, serta mampu mewujudkan keamanan dalam negeri,” pungkasnya.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *