PONPES KEBANGSAAN PERATAMA DI INDONESIA, ASYUKANDARY BHAYANGKARA TASIKMALAYA, DIRESMIKAN ANTON CHARLIYAN

Berita892 Dilihat

VIO SARI NEWS, Tasikmalaya ____ Anton Charliyan Mantan Kapolda jabar, selaku Ketua Dewan Pengasuh Ponpes Assyukandary Bhayangkara, pada hari Selasa (07 juni 2022) berkesempatan untuk memulai Pembangunan Pondok Pesantren Kebangsaan ASYUKANDARY BHAYANGKARA di Kec Mangunreja Kab Tasikmalaya.

Dengan ditandai Peletakan Batu pertama di tempat tersebut, Acara dimulai sekitar Pk. 11. 00 Siang. dihadiri oleh Kapolres Tasikmalaya yang diwakili oleh Kasat Binmas, Kadinsos Kabupaten yang diwikili Drs Hidayat, Camat Kec Mangunreja Bambang, Kapolsek Singaparna Kompol Semi, Kemenag Kecamatan Mangunreja Harun AR dan Para Kepala Desa serta tokoh masyarakat dan tokoh budaya, seperti R Dicky dari Sukapura, Tony Easy SE mantan wakil Ketua DPRD Kota Tasik, Safari Mantan Kadisbudpar, Ki Aan Citiis Galunggung, Ustad Cecep Cilogak, dan lainnya.

Dalam sambutannya Mantan Kapolda Jabar yang juga dikenal sebagai Tokoh Budaya dan Penggiat Anti Intoleransi tersebut, mengatakan bahwa saat ini memang sangat diperlukan pesantren dengan konsep Kebangsaan. Dan pesantren ini merupakan yang Pertama mendeklarasikan diri sebagai Pesantren Kebangsaan di Indonesia, yang memiliki konsep mensinergikan antara Ilmu Agama, Cinta Tanah air dan melestarikan Nilai-nilai Budaya.

Yakni pesantren yang diharapkan bisa mencetak dan melahirkan santriwan santriwati yang berjiwa patriotisme Pancasilais dalam bingkai NKRI berfaham Islam Ahlussunnah Waljamaah Annahdliyah” yang Nasionalis dan Berbudaya.

Sebetulnya sudah banyak Ponpes yang punya Konsep seperti ini, diharapkan bisa menamakan diri secara Khusus sebagai ” Pesantren Kebangsaan “. Ungkap Anton Charliyan yang juga pernah menjabat sebagai Kapolwil Priangan pada Tahun 2009.

Lokasi pesantren tersebut dibangun di KM 9 Kp Ciwidara Rt 09/001 Desa Salebu, Mangunreja, Kab. Tasikmalaya.

Untuk itu mulai saat ini diharapkan agar Ponpes-ponpes lain yang punya visi dan misi yang sama untuk membangun Nilai-nilai Agama yang berbudaya, Budaya yang beragama , yang mengedepankan Wawasan Kebangsaan dan berjiwa Nasionalisme, agar punya Karakter Khusus bisa dan mendeklarasikan juga sebagai ” PESANTREN KEBANGSAAN. “

Anton juga mengatakan bahwa ” Kecintaan pada tanah air sesungguhnya telah tercantum dalam Naskah sunda Kuno abad ke 15 dari Wilayah tempat Pesantren ini berada yakni wilayah Gunung Galunggung, yang kini dikenal sebagai Amanat Galunggung. Yang isinya berbunyi sebagai berikut , Jaga ini Kabuyutan ( Wilayah / Teritory ) sebagai tempat Suci dari Penguasaan Asing, Bila raja Putra tidak bisa menjaga Kabuyutan, maka tak ubahnya ibarat bangkai kulit musang yang ada ditempat sampah, yang baunya sangat busuk “.

Ini salah satu Naskah di Nusantara yang mengamanatkan harus menjaga sebuah Teritory wilayah dengan sungguh sungguh dari penguasaan Asing , sampai-sampai dikeluarkan sumpah, Ibarat bangkai yang ada ditempat sampah bila tidak mampu mempertahankan Tanah air . Ungkap Anton.

Dan Naskah itu lahir di wilayah ini, maka sudah sepantasnyalah bila Santri – santriwati yang ada di wilayah Galunggung ini punya semangat dan daya juang berlipat ganda dalam mempertahankan wilayah teritory NKRI dan Pancasila sebagai mana Sudah dicontohkan KH Zainal Mustofa yang merupakan Pahlawan Nasional yang berasal dari Singaparna Tasikmalaya. Tutupnya.

Selanjutnya KH Dr Ujang Hidayatulah Sip Msi selaku Pimpinan Ponpes didampingi Dr KH Bachrum selaku Ketua Yayasan menyampaikan sambutanya ” mohon dukungan dari semua pihak baik pemerintah maupun tokoh masyarakat baik moril maupun matril demi kelancaran Pembangunan Ponpes ini, karena saat ini bangsa Indonesia sangat memerlukan penguatan jiwa Nasionalisme disamping Nilai Agamis.”

Adapun dari Kapolres yang diwakili Kasat Binmas dan Kapolsek Singaparna menyampaikan dukungan penuh berdirinya Pesantren tersebut sebagai pesantren yang Pancasilais yang punya semangat yang terdepan menjaga NKRI.

Demikian juga Camat Mangunreja mengatakan akan mengajak masyarakat untuk mendukung berdirinya Pesantren Kebangsaan ini karena merupakan Pesantren yan g pertama mendeklarasikan diri sebagai Pesantren Kebangsaan dan mengajak masyarakat agar putra putrinya masuk di Pesantren Assyukandary Bhayangkara.

Kemudian acara dilanjutkan dengan doa Penutup dan menggelar peletakan batu pertama asrama putri yang diawali oleh Abah Anton, diikuti oleh para Pejabat dan tokoh masyarakat yang hadir.

(VSN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *