
Viosarinews.com, Semarang –
Indonesian Calya Sigra Family ( ICSF) adalah sebuah komunitas pemilik mobil Calya dan Sigra yang anggotanya tersebar di seluruh kota Indonesia.
Kota Semarang adalah satu tempat berkumpul para anggota komunitas yang berada di wilayah Kota Semarang.
Dalam berbagai kesempatan Ketua ICSF Sulle Umengadakan beragam acara dalam rangka mempererat silaturahmi antar anggota dengan berbagai kegiatan positif. Antara lain dengan wisata bareng atau bakti sosial di berbagai tempat.
Saat ini adalah bulan Agustus, di mana sebentar lagi akan ada momen bersejarah. Ulang Tahun Kemerdekaan RI yang ke 75.
sebagai bentuk rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa dan penghormatan kepada anak bangsa dan para pahlawan yang telah gugur di medan laga, ICSF menggandeng LVRI (Legium Veteran Republik Indonesia) dalam kegiatan bersama10/8/20.
Kegiatan pertama adalah nyekar / tabur bunga di makam pahlawa Giri Tunggal Semarang. Sebagai wujud amal bakti dan mengingat jasa perjuangan para pahlawan yang telah gugur mendahului kita.
Dilanjutkan acara seremonial di kantor LVRI Kota Semarang yang diisi oleh sambutan ketua ICSF Sulle dan ketua LVRI Kol.Pur Muhamad Amin. Kota Semarang.

Dalam kesempatan ini Ketua Panitia, Heru Bambang Siswanto SE.,(45), menyampaikan bahwa kegiatan bersama ini adalah dalam rangka menyambut HUT RI yang ke-75, yang bertepatan dengan hari ulang tahun LVRI yang ke-72, dan debagai momen silaturahmi antar generasi yang terus harus dipupuk dan dipelihara sampai kapanpun.
Senada dengan ucapan Heru adalah pernyataan Ketua Legiun Veteran RI Kolonel Purnawirawan Muhamad Amin Munajab.di
Kota Semarang bahwa pihaknya sebagaimana amanah AD/ART LVRI adalah mewarisakan nilai-nilai semangat juang kepada generasi muda sebagai wujud pengabdian pada Nusa dan Bangsa.
Dalam kesempatan ini juga diberikan bingkisan oleh Ketua ICSF Semarang Raya kepada para veteran. Dan kegiatan semacam ini akan terus berkesinambungan di berbagai kesempatan.
Muhamad Amin menambahkan” generasi sekarang semakin baik dengan tehnologi yang semakin canggih, dan generasi sekarang sudah tidak usah lagi meng utak atik Pancasila itu sudah final,karena pas dengan NKRI yang berbagai keyakinan dan Budaya Indonesia, para pahlawan entah berapa juta yang gugur dalam memperjuangkan Negara Indonesia ini.sambi sesekali mengusap air mata.
Heru Bambang Siswanto SE.,Ketua Panitia yang di bantu team yang solit menambahkan”kami kami tudak merasakan seperti beliau beliau yang berjuang membela Negara Indonesia,paling tidak merasakan,dan berusaha menjaga Negara ini,agar lebih baik kedepanya, kami sudah tidak membahas lagi tentang Pancasila karena itu sudah pas dan benar,tentu nya kalo hal itu di usik kami siap membela sampai titik darah penghabisan bersama TNI – POLRI.pungkasnya semangat.
( Untung Teguh / Vio Sari )
