Wakil Ketua PWO IN ( Perkumpulan Wartawan Online Independen Nusantara ) Jateng, Oknum Satpol PP sok Jago

Lintas Daerah, News806 Dilihat

Viosarinews.com, Jepara –
Lagi lagi aksi coboy oknum pamong Projo bikin sensasi dan menghiasi media Maya saat ini, misal saja pernah terjadi di Jepara juga pernah ada oknum satpol PP sok jagoan mirip coboy kampungan, terkait dengan perilaku kurang warasnnya itu pernah di beritakan wartawan.

Gara gara oknum pamong berbaju coklat itu pernah mengaku anggota Brimob? endingnya mereka klimpungan lalu mengkriminalkan wartawan yang menulisnya, kemudian di laporkan kepada kepolisian.

Kini di Semarang Jawa tengah beredar luas pemberitaan di jagat Maya oleh perilaku kurang ajar sejumlah oknum pamong Praja Kota Semarang yang sok jago di lapangan. Dari aksi coboynya itu mereka menantang dengan menunjuk tangannya di muka kuli tinta, sambil mengancamnya.

Dengan ancaman itu Otomatis sejumlah wartawan yang bertugas liputan penertiban perda pedagang buah kaki lima itu sontak mengecam perilaku mirip preman.

Aksi kampungan sejumlah pamong berbaju coklat membuat perhatian wakil ketua PWOIN (perkumpulan wartawan online independen Nusantara)DPW Jawa tengah angkat bicara.

Menurut Ajipati Gunawan, beredarnya berita postingan yang menghiasi dunia Maya itu justru menampilkan budaya tidak tahu sopan santun kata kata kotor yang dilontarkan oleh oknum kepala satpol PP kota Semarang menuai protes keras dari pers Jawa tengah. “Mereka sangat bodoh dan ketinggalan zaman jika pejabat saja tidak memahami UU no 40.1999 tentang Pers, kenapa? UU itu di buat untuk di patuhi bukan untuk di kotori,

Apalagi kata Anggota Aji yang juga anggota IPJI (ikatan penulis jurnalis Indonesia) Jawa tengah itu, “Nama serta jabatannya saja sebagai kepala satpol PP(polisi pamong Praja) otomatis punya anak buah, jika panutannya saja tidak bisa di tiru wajar saja anak buahnya bertindak brutal dengan rakyat,”ujar Aji Gunawan saat di mintai tanggapannya usai sholat Jumat di Kudus.

Jurnalis yang sudah malang melintang di dunia pers itu menyebut, jika kata kata kotor yang di lontarkan oleh oknum kepala satpol PP kota Semarang Fajar Purwoto mirip ASN yang tak berpendidikan.

Menurut Aji Pejabat itu harus merakyat, apalagi menjabat sebagai penegak perda, otomatis bersinggungan langsung dengan publik”imbuhnya

Sebagai pejabat publik yang di biayai oleh pajak rakyat jangan menyombongkan baju, pangkat, serta jabatanya, apalagi sampai memusuhi dan mengancam ancam wartawan yang sedang melakukan liputan pastinya melanggar regulasi dari kuli tinta yaitu UU no 40.1999 tentang pers.

“Bahkan jurnalis sejak reformasi itu menambahkan Dunia pers semakin terancam jika di hadapkan dengan oknum pejabat bertemperamental, bahkan dalam penataan managemen birokrasinya wajib di pertanyakan, sebab mereka sepertinya merasa paling hebat tidak mau di awasi,tidak mau di control, bagai mana jadinya jika mereka di persenjatai seperti polisi.?” Papar Aji.

“Pastinya aksi coboy sering terjadi menimpa serta rakyat jadi korbannya,”tandas pria berbadan tegap itu penuh geram.

Dirinya mendukung , “Menempuh proses jalur hukum lebih tepat, jika pejabat itu benar-benar menyalahi UU No.40 tahun 1999. Apalagi dugaan pencemaran nama baik bagi para kuli tinta itu lebih baik di teruskan melalui jalur hukum” terang Ajipati gunawan Jumat 4/12/2020 saat bertemu sejumlah media online di Pati dan kudus.

(Team Liputan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *